Kita semua tentu ingin memiliki gigi yang rata, rapi dan rapat satu sama lainnya. Gigi yang sempurna seperti ini bahkan bisa membuat penampilan kita lebih baik. Tapi sayangnya, banyak dari kita yang memiliki kondisi gigi sebaliknya. Berantakan, tidak rata dan memiliki celah antara satu dengan yang lain.
Apa ya yang harus dilakukan jika memiliki gigi dengan kondisi seperti ini? Sebenarnya, saat ini sudah banyak perawatan yang bisa kamu lakukan, sebagai solusi dari masalah gigi kamu.
Salah satunya adalah veneer atau laminasi gigi. Kedua perawatan ini bisa menjadi prosedur terbaik bagi kamu untuk mengoreksi gigi yang tak rata, celah hingga noda pada gigi. Veneer atau laminasi merupakan lapisan seperti kerang, lalu ditempelkan pada lapisan gigi. Mirip seperti menempelkan kuku palsu.
Kedua perawatan ini secara khusus dirancang untuk menutupi permukaan depan gigi dan dengan demikian dapat meningkatkan penampilan fisik gigi. Ini membuat mereka yang melakukan veneer dan laminasi merasa lebih percaya diri.
Veneer atau laminasi bahkan dapat digunakan untuk mengembalikan satu gigi atau bahkan beberapa gigi, yang telah hancur, rusak, terkelupas atau memiliki noda. Bahkan, menggunakan kedua perawatan ini, gigi dapat diatur lebih rapi dan celah di antaranya dapat disembunyikan. Gigi bengkok bahkan juga bisa dibuat menjadi lurus kembali.
Veneers gigi terbuat dari porselen atau resin material komposit. Veneer porselen bisa menghindari noda lebih baik daripada veneer resin dan bisa memantulkan cahaya gigi alami. Salah satu keuntungan terbaik dari menggunakan veneer adalah, sebelum prosedur, kamu tidak harus membutuhkan waktu menunggu dokter gigi membentuk gigi-gigimu.
Bahan lain yang digunakan ketika kamu melakukan veneer adalah lumineer. Lumineer adalah bahan perwarna gigi yang sangat tipis, tetapi terbuat dari porselen yang kuat. Saat sebelum menempatkan lumineer ke dalam, sebagian kecil dari gigi aslimu dibuang.
Ini merupakan salah satu keuntungan dan pilihan terbaik untuk digunakan, terutama untuk pasien yang sudah tua, yang giginya sudah usang.
Tak hanya itu, veneer juga memiliki ketahanan cukup lama, yakni sekitar 5-10 tahun, setelah itu penggunaannya harus diganti.