Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Kopi untuk penderita maag

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Kopi dan maag memang dua hal yang sangat berlawanan. Kopi yang bersifat asam dipercaya dapat memperparah asam lambung penderita sakit maag. Kopi masih tetap bisa diminum meskipun seseorang menderita sakit maag asal memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Pilih kopi Arabica
    Kopi Arabica memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi Robusta. Kadar acidity pada varietas Arabica juga berada setengahnya di bawah Robusta. Karena kandungan kafein dan acidity­-nya yang lebih rendah ini, maka Arabica masih aman dikonsumsi oleh para penderita maag.

  1. Seduh manual
    Kopi yang diseduh manual pada umumnya memakai filter untuk ‘menyaring’ kopi. Filter ini menjadi semacam penyeleksi karakter-karakter baik dari kopi yang bukan hanya membuat karakter aslinya keluar, tapi juga menjadikan kopi lebih ringan karena proses ekstraksinya yang rata-rata hanya sekitar 2-3 menit.

  1. Biji kopi yang segar
    Kopi yang digiling sebelum diseduh akan menghasilkan bubuk yang segar dan hasil kopi yang nikmat. Selain itu, kopi yang segar juga memastikan kita tidak ada campuran lain yang tersisip ke dalam bubuk kopi. Dengan kata lain, yang akan kita seduh dan minum adalah sebenarnya kopi.

  1. Sebaiknya jangan pilih dark roast
    Banyak yang menyebut bahwa semakin hitam (dark) kopi disangrai, maka akan semakin rendah juga kafein yang dikandungnya. Itu benar tapi mereka juga tidak menyebut bahwa semakin dark roast kopi itu, maka semakin tinggi pula kandungan karbon dioksida yang dimilikinya. Karbon dioksida inilah yang justru bisa memicu maag kambuh seketika. Sebaiknya mengonsumsi kopi yang disangrai hanya sampai pada level medium saja.

  1. Jangan minum kopi dengan perut kosong
    Perut yang kosong memang sangat berbahaya bagi penderita maag. Apalagi jika perut yang kosong itu diisi kopi berkafein tinggi. Pada penderita maag akut, kafein bisa memicu asam pada lambung dan membuat maag menjadi kumat. Sebaiknya konsumsi roti-rotian terlebih dahulu sebelum minum kopi.

Kamu juga bisa mengurangi jumlah porsi kopi yang kamu minum dalam sehari. Tidak hanya membantu lambungmu tapi juga membuat momen minum kopi menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments