Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Jazz : Musik Kalangan Atas?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Musik jazz adalah musik yang kental dengan kepiawaian berimprovisasi ini memang identik dengan orang-orang dari kalangan atas. Musik jazz seolah telah dikotak-kotakkan sebagai genre musik spesifik kaum elit. Orang-orang yang menyenangi musik jazz dipandang sebagai orang yang memiliki selera dan tingkatan sosial tinggi. Perhatikan saja beberapa event musik jazz, misalnya Java Jazz Festival, nan selalu dipenuhi para selebritas dan orang-orang berkelas ekonomi tinggi.

Namun sejarah awal musik jazz adalah musik yang berasal dan berkembang dari gaya hidup masyarakat kulit hitam di Amerika yang menjadi budak. Awalnya, pengaruh dari tribal drums dan musik gospel, blues serta field hollers (teriakan peladang). Proses kelahirannya telah memperlihatkan bahwa musik jazz sangat berhubungan dengan pertahanan hidup dan ekspresi kehidupan manusia. Tapi yang menarik adalah bahwa asal kata “jazz” berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi seksual.

Salah satu legenda jazz yang dipercaya bahwa sekitar 1891, seorang pemilik kedai cukur rambut di New Orleans bernama Buddy Bolden meniup cornet-nya dan saat itu lah musik jazz dimulai sebagai gebrakan baru di dunia musik. Setengah abad kemudian, musik jazz di Amerika memberi banyak kontribusi di dunia musik, dipelajari di universitas, dan akhirnya menjadi sebuah aliran musik yang serius dan diperhitungkan.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Blaum pada 2003 menyatakan bahwa mood dan semangat belajar siswa menjadi meningkat setelah mereka mendengarkan musik jazz. Hasil penelitian ini pun diterapkan oleh Norman L. Barber dan Jameson L. Barber dengan memberikan CD Jazz for Success pada mahasiswa taraf pertama di Universitas Massachusetts. CD tersebut diberikan agar mahasiswa taraf satu mampu menaklukkan emosi negatif, seperti marah, depresi, takut, dan cemas, nan dipicu oleh sulitnya penyesuaian diri dengan global perkuliahan.

Nah, setelah mengetahui sejarah singkat musik jazz dan manfaatnya, apakah kamu tertarik untuk mulai mendengarkan musik jazz. Kamu bisa mengawalinya dengan lagu jazz yang lebih pop dan easy-listening.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments