coffee-some-types-roasting-coffee

Beberapa Cara Roasting Kopi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Seperti kita tahu kopi tentunya harus melalui berbagai proses sebelum dapat kita nikmati. Salah satu proses yang harus dilalui adalah proses roasting, bisa dibilang proses ini adalah fase yang paling krusial karena nantinya rasa kopi yang kita nikmati bergantung pada bagaimana proses roasting dilakukan. Ketika kopi masih dalam bentuk biji mentah, dapat dipastikan biji kopi hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki rasa, melalui proses roasting biji kopi akan berubah menjadi biji kopi yang beraroma, kaya rasa, dan memiliki biji yang renyah. Roasting dilakukan dengan menggunakan 3 tipe dasar roasting yang bergantung pada warna akhir biji kopi, suhu roasting, dan waktu selama roasting berlangsung. Dalam proses roasting ini dikenal pula istilah yang disebut dengan crack. Berikut ini adalah beberapa macam jenis pemanggangan kopi.

  1. Light Roast
    Light roast merupakan fase dalam roasting yang memiliki tingkat kematangan paling rendah. Biji kopi seperti ini akan memiliki warna coklat terang karena proses penyerapan panas yang dilakukan tidak terlalu lama, minyak juga tidak muncul pada biji kopi dan biji kopi cenderung kering. Light roast memiliki suhu biji kopi berada pada kisaran 180°C – 205°C. Pada suhu sekitar 205°C tersebut terjadi first crack dan pada saat itu pula proses roasting dihentikan. Kopi yang di roasting pada tingkatan ini memiliki keasaman dan caffeine yang tinggi. Meskipun begitu buat kamu yang suka dengan rasa kopi yang mencolok mungkina roast ini cocok buat kamu.
  2. Medium Roast
    Yang selanjutnya adalah Medium Roast. Medium roast merupakan tingkatan roasting yang paling banyak digunakan. Biji kopi akan berwarna lebih gelap apabila dibandingkan dengan light roast tetapi lebih terang apabila dibandingkan dengan dark roast. Sama seperti light roast, pada medium roast biji kopi tidak mengeluarkan minyak pada permukaannya. Medium roast memiliki suhu biji kopi pada kisaran 210°C dan 220°C. Pada suhu tersebut adalah suhu dimana first crack usai namun second crack belum terjadi.Selain caffeine yang lebih rendah, medium roast menghasilkan kopi yang cenderung balance aroma, balance keasaman dan menghasilkan banyak rasa.
  3. Dark Roast
    Dan yang terakhir adalah Dark Roast. Dark roast merupakan tingkatan paling matang pada proses roasting kopi, apabila melebihi tingkatan ini justru rasa kopi menjadi tidak enak. Warna biji kopi akan lebih gelap bila dibandingkan dengan tigkatan – tingkatan roasting yang lain. Pada dark roast biji kopi hasil roasting mengeluarkan minyak pada permukaannya. Rasa kopi juga akan cenderung pahit dan menutupi rasa khas dari masing – masing kopi. Dark roast usai diroasting ketika second crack usai atau pada suhu sekitar 240°C. Bagi anda yang suka kopi berdasarkan kekentalannya kopi dengan dark roast sangat cocok buat kamu.

Nah itulah macam – macam roasting kopi yang mungkin belum kamu ketahui. Masalah roasting mamng tak lepas dengan yang namanya selera. Bagaimana seleramu maka tidak begitulah tingkat roasting yang nikmat untukmu. Kalo kamu lebihi suka yang mana?

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments