Permasalahan kulit pada janggut seperti gatal, ruam, dan jerawat di sekitar jambang adalah masalah yang biasa dihadapi oleh pria berjambang. Problem ini bisa diselesaikan dengan cara mengaplikasikan minyak jambang untuk exfoliate kulit lama dan menutrisi akar rambut jambang, namun ada beberapa masalah yang tidak bisa diperbaiki dengan minyak jambang. Lalu bagaimanakah cara membedakannya dan apa solusinya? Berikut tips-nya.
- Folliculitis Barbae
Suatu infeksi di folikel rambut jambang. Infeksi ini mengakibatkan benjolan merah, bahkan beberapa berkembang menjadi benjolan berisi nanah, dan umumnya terasa gatal. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus Aureus. Folikulitis sering terjadi pada pria dengan jenggot dipotong, yang mencukur “melawan arus”, keringat berlebihan, dan jarang membersihkan atau mengubah pisau cukur mereka. Kebanyakan Folliculitis akan sembuh dengan sendirinya. Jika kamu memiliki gejala yang seperti ini, baiknya aplikasikan antiseptic pada jambang, hindari pemakaian handuk bersama, dan ingat untuk selalu mengganti pisau cukur kamu. Apabila berlanjut, hubungi dokter kulit untuk konsultasi lebih lanjut. - Tinea barbae
Infeksi kulit di sekitar jenggot. Ini menyebabkan bersisik ruam merah dan meradang, yang juga bisa menjadi nanah dan berkerak. Infeksi yang disebabkan oleh jamur ini sering terjadi pada pria yang memiliki kontak dengan anjing, kucing, sapi dan kuda, pria yang berkeringat berlebihan, menggunakan produk berminyak atau berminyak di wajah. Infeksi ini tidak bisa sembuh dengan sendiri, jadi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Kenali dari dini permasalahan yang ada pada jambangmu, agar tidak merusak tampilanmu.