Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Masalah Gigi yang Muncul Sebelum Menstruasi Datang

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Pernah merasakan sensasi tidak nyaman di mulut sebelum menstruasi datang? Gigi seperti terasa pegal dan longgar. Gusi juga mengalami bengkak dan sensitif. Dan tiba-tiba muncul keinginan untuk menggosok gigi setiap beberapa jam. Gejala ini mungkin akan hilang setelah beberapa hari.

Gejala ini disebut sebagai menstruasi gingivitis, peradangan gusi yang biasanya muncul sebelum wanita menstruasi dan akan hilang setelah menstruasi dimulai.

Menurut dokter kandungan Mary Rosser di Montefiore Health System, New York City, wanita memang lebih rentan terhadap gingivitis karena fluktuasi alami kadar hormon yang dimiliki.

“Kenaikan hormon estrogen dan progesteron pada wanita menyebabkan peningkatan aliran darah ke gusi, dan penurunan kemampuan melawan plak dan racun lainnya,” kata Dr Rosser.

Plak yang tumbuh mengiritasi gusi, yang membuat gusi menjadi lemah, bengkak, dan merah, dan beberapa wanita sering mengalami gusi atau gigi berdarah saat mereka flossing atau menyikat gigi. Ini juga bisa menimbulkan luka di bagian dalam pipi. Gejala ini cenderung menyerang sebelum menstruasi dan selama kehamilan.

Ada kalanya, kata Dr. Rosser dalam kehidupan seorang wanita, ia memiliki masalah periodontal karena perubahan hormon, selama masa pubertas, setelah menopause, dan jika dia menggunakan kontrasepsi oral (terutama pil progesteron).

Itu sebabnya Dr. Rosser menekankan pentingnya menjaga baik gigi tetap bersih dan mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan. Kerusakan dari gingivitis dapat dihindari jika kamu rajin membersihkan gigi dengan rutin, seperti menyikat gigi, flossing, dan berkumur dengan obat kumur dua kali sehari.

Jika gusi kamu mulai berdarah saat kamu flossing sebelum menstruasi atau selama kehamilan, mungkin kamu tergoda untuk berhenti dari kebiasaan sehat ini.

Tidak, Dr. Rosser memperingatkan bahwa flossing justru akan membantu menurunkan risiko terkena penyakit periodontal lebih serius. Tips lainnya, pertimbangkan kembali untuk mengurangi asupan gula dan karbohidrat, yang dapat membantu meringankan peradangan.

Tetapi jika kamu merasa gejalanya lebih buruk dari biasanya, segera buat jadwal kunjungan ke dokter gigi Anda untuk diperiksa, kata Dr Rosser.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments