Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Kopi Termahal di Dunia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Guys, menurutmu apa kopi termahal di dunia? kamu mungkin akan salah menjawabnya karena posisi pertama sudah tergantikan. Menggeser posisi kopi luwak, sekarang inilah kopi termahal di dunia yang berasal dari kotoran gajah!

Kopi termahal di dunia sekarang bukan lagi kopi luwak melainkan Black Ivory Coffee dari Thailand. Harga secangkir kopi ini cukup fantastis yaitu lebih dari 900 ribu rupiah. Kopi ini sendiri dibuat pada daerah tertentu di Thailand yang sebelumnya dikenal sebagai eksportir opium. Untuk menghasilkan Black Ivory Coffee, gajah akan diminta untuk memakan biji kopi. Selama tiga hari biji kopi itu akan tetap ada di dalam perut mereka sebelum akhirnya keluar dalam kotoran.

Para pekerja kemudian akan mengambili biji kopi ini kemudian mencuci, mengeringkan dan memanggangnya. Biji ini menjadi sangat mahal karena dari sekitar 15 kilogram biji kopi yang diberikan pada gajah, hanya bisa didapatkan setengah kilogram biji Black Ivory Coffee. Jadi, apa yang sangat spesial dari kopi kotoran gajah ini?

Gajah memakan banyak rumput dan sayur-sayuran. Herbivora seperti gajah melakukan fermentasi di dalam perut untuk memecahkan selulosa dari makanan mereka. Fermentasi ini sangat bagus untuk wine, bir, atau kopi karena bisa mengeluarkan rasa manis dari biji. Fermentasi ini menghilangkan rasa pahit dari biji kopi sehingga Black Ivory Coffe tak perlu diberi gula lagi karena tak pahit. Aroma dari Black Ivory Coffee ini seperti campuran antara bunga dan cokelat. Rasanya seperti cokelat dengan ceri. Sama sekali tak ada rasa pahit karena minuman ini begitu lembut.

Black Ivory Coffee ini sebenarnya cukup mirip dengan teh, semacam perpaduan antara kopi dan teh.

Kopi ini sudah dicobakan pada sejumlah orang. Reaksi mereka cukup beragam. Ada yang berkata bahwa Black Ivory Coffee ini terasa seperti buah atau kismis. Ada juga yang berkata bahwa kopi ini sangat ringan dan lembut. Black Ivory Coffe sendiri sekarang dijual pada sejumlah hotel bintang lima yang terletak di Asia dan Timur Tengah. Sebesar delapan persen dari penjualan kopi ini akan diberikan pada Golden Triangle Asian Elephant Foundation, badan yang mengelola penyelamatan gajah.

Konsep kopi dari kotoran sendiri sebenarnya bukan hal baru. Selain kopi luwak, ada kopi yang dibuat dari kotoran kucing dan burung. Kopi dari kotoran burung Jacu itu cukup terkenal di Brazil dan dijual dengan nama Camocim Organic Jacu Bird Coffee. Burung itu hanya diberi makan buah-buah tertentu dan dianggap memiliki rasa sangat enak menurut pembuatnya, Henrique Sloper. Harga dari kopi kotoran burung ini juga sangat mahal yaitu sekitar 720 ribu rupiah per kilogram, sangat jauh dari harga kopi biasa yang hanya sekitar 44 ribu rupiah per kilogram. Wah, mahal ya?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments