Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Gigi Belakang Ternyata Paling Rawan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Di antara deretan gigi yang kita miliki, gigi bagian belakang ternyata yang paling rawan berlubang. Ini dikarenakan gigi bagian belakang sulit dijangkau oleh sikat mengingat susunan gigi yang melingkar, membuat cara pembersihan gigi bagian belakang butuh usaha maksimal.

Karena sulit dibersihkan inilah yang menyebabkan gigi belakang menjadi mudah berlubang. Fakta ini juga diungkapkan oleh penelitian yang dipublikasikan dalam British Dental Journal (2000) bahwa gigi bagian belakang yang sulit dibersihkan memunculkan risiko dua kali lebih besar terkena karies.

Hal tersebut didukung oleh data penelitian dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKGUI) pada 2014 yang menunjukkan bahwa 82,49 persen kasus karies gigi terjadi pada gigi bagian belakang.

Dokter spesialis gigi Ratna Meidyawati SpKG (K) dari FKG-UI mengatakan plak-plak yang berasal dari makanan lebih mudah menempel di gigi bagian belakang. Padahal plak memiliki tingkat keasaman tertentu yang membuat gigi menjadi terkikis hingga akhirnya berlubang.

“Dari segi bentuk anatomi yang berada di belakang dengan alur yang bergelombang membuat gigi geraham sulit dibersihkan,” jelasnya.

Ratna menambahkan, proses pembersihan gigi bagian belakang yang tidak terlalu bersih memang tidak langsung membuat gigi berlubang. Butuh waktu bertahun-tahun untuk plak membuat gigi menjadi berlubang.

“Plak di bagian belakang memang sulit dibersihkan. Memang nggak langsung bikin bolong gigi tapi tetap saja harus diwaspadai. Bisa saja kita nggak sadar tahu-tahu gigi sudah banyak bolong,” imbuhnya.

Oleh karena itu Ratna mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan gigi bagian belakang. Waktu, bentuk sikat gigi, ukuran dan cara menyikat gigi yang benar juga harus diperhatikan.

“Untuk membersihkan plak di gigi belakang maka harus memerhatikan bentuk sikat giginya juga. Sebaiknya yang mengikuti kontur mulut kita, lalu waktu, ukuran dan cara menyikatnya juga harus benar,” pungkasnya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments