Minuman berenergi yang beredar di pasaran digambarkan sebagai minuman yang dapat membangkitkan tenaga dan gairah seketika seperti yang diiklankan di televisi. Dengan rasa yang beragam dan mudah didapatkan di warung-warung kecil, minuman energi menjadi salah satu minuman favorit orang-orang di Indonesia.
Secara umum, minuman energi merupakan jenis minuman nonalkohol yang mengandung asam amino taurin, kafein, vitamin, gula, pemanis, dan bahan tambahan lainnya. Pada batas tertentu, kandungan dalam minuman tersebut aman dikonsumsi. Namun, bila melebihi batas toleransi akan mengundang berbagai risiko kesehatan, salah satunya adalah gigi.
Minuman berenergi mengandung kadar gula yang berlebihan. Sekaleng minuman berenergi bisa mengandung lebih dari 30 gram gula. Gula yang terdapat di dalam minuman berenergi dapat menjadi sarang dan makanan kuman dan bakteri yang menempel di lidah dan gigi. Seperti yang kita tahu makanan dan minuman manis adalah salah satu penyebab utama permasalahan gigi yaitu gigi berlubang.
Dilansir dari media indonesia, sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Dokter Gigi Australia (ADA) memaparkan bahwa hampir setengah dari orang dewasa produktif Australia tidak menyadari adanya proses pengikisan dan pembusukan yang terjadi pada gigi akibat gula dan keasaman dalam minuman berenergi. Disebutkan pula seperlima dari 1.262 orang aktif yang disurvei mengatakan tidak akan mengubah kebiasaan mereka meskipun tahu ada potensi kerusakan gigi.
Peter Alldritt, Ketua Komite Kesehatan Gigi, juga menegaskan mengonsumsi minuman olahraga bukan berarti memiliki efek yang lebih baik untuk gigi jika dibandingkan dengan mengonsumsi minuman ringan (soft drinks). Berbagai minuman olahraga yang memiliki lisensi kerja sama dengan badan olahraga besar pun termasuk memiliki potensi membahayakan untuk gigi, ujar Alldritt.
Jangan terlalu sering minum minuman berenergi, kamu bisa menggantinya dengan minum air mineral lebih banyak atau minuman ber-ion untuk memulihkan diri setelah berolahraga.