Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Gigi berlubang, tambal atau cabut?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Gigi berlubang memang menjadi masalah yang kerap dijumpai pada sebagian besar orang. Meminum obat penghilang rasa sakit mungkin akan meredakan rasa nyeri, namun rasa sakit mungkin akan timbul lagi karena obat tersebut tidak menghilangkan infeksi yang terjadi pada gigi. Perawatan yang dilakukan untuk gigi berlubang pada umumnya dilakukan dengan dua cara yaitu, penambalan atau pencabutan.

Gigi berlubang sangat rentan terhadap infeksi bakteri. Bila gigi berlubang pada permukaan, penambalan gigi dilakukan segera setelah keluhan sakit gigi berkurang. Sedangkan untuk gigi berlubang yang dalam, sebelum penambalan harus dilakukan perawatan endodontic atau root canal treatment terhadap saluran akar gigi untuk membersihkan saluran akar gigi agar steril dan bebas dari infeksi bakteri.

Sementara bila kondisi gigi kamu berlubang besar hingga menembus ke vulva yang memiliki banyak saraf dan pembuluh darah, sebaiknya dilakukan tindakan khusus berupa pencabutan gigi. Tindakan ini tentu bukan berarti tak beresiko. Apabila pasien memiliki hipertensi dan masih dalam masa pengobatan misalnya dapat mengalami pendarahan yang banyak ketika dilakukan pencabutan.

Resiko lain juga terjadi pada gigi yang telah mengalami abses dimana ada nanah terselubung, karna gigi sedang mengalami infeksi berat sehingga bila langsung dilakukan pencabutan beresiko terjadi peneybaran infeksi. Karena itu gigi dengan kondisi seperti ini tidak boleh langsung dicabut tetapi harus dilakukan terapi antibiotik terlebih dahulu.

Pada dasarnya, pencabutan gigi adalah pilihan perawatan yang terakhir. Hal ini dikarenakan berkurangnya jumlah gigi akan menimbulkan kerugian pada diri kamu. Hilangnya gigi dapat menyebabkan proses mengunyah makanan menjadi tak nyaman, merenggangnya posisi gigi hingga ketidaknyamanan pada sendi rahang.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments