Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Tradisi Minum Kopi di Ethiopia

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Apakah kamu tahu sejarah awal dari minuman kopi? Berawal dari seekor kambing di Ethiopia memakan biji kopi dan langsung meloncat loncat penuh semangat. Orang orang yang melihat pun memanggang biji kopi tersebut dan mengeluarkan aroma khas, lalu mengolahnya menjadi bubuk minuman. Begitulah sejarah kopi berawal, lalu bagaimana tradisi minum kopi sendiri di negara awalnya yaitu Ethiopia.

Bukan hanya sebagai Negara yang telah ‘melahirkan’ kopi, menurut Organisasi Kopi Internasional Ethiopia pun termasuk Negara yang paling unik di Afrika karena memiliki budaya minum dan mengkonsumsi kopi lokal yang sangat kuat. Hal ini agak sedikit berbeda dibandingkan dengan Negara-negara penghasil kopi lain di dunia yang umumnya justru tidak meminum kopi hasil produksi mereka sendiri.

Jebena Buna merupakan upacara tradisi minum kopi di Ethiopia. Ritual minum kopi khas Ethiopia dianggap sakral dimana prosesnya begitu detil dan tak terburu-buru. Karena setiap detil proses ini memiliki falsafah dan prinsip tersendiri pula. Pada ritual Jabena Buna, ada tiga cangkir kopi hitam tubruk yang disajikan dalam “sekali duduk”. Kopi cangkir pertama disebut Arbol, yang dianggap sebagai sajian kopi bercitarasa paling kuat sekaligus paling baik. Umumnya pada cangkir pertama ini, kopi terasa agak ringan namun penuh, juga earthy dan oily di saat bersamaan. Kopi cangkir kedua disebut Tona, yang diseduh dengan sisa bubuk kopi yang digunakan kembali. Lalu kopi cangkir ketiga disebut Bereka, yang merupakan sajian kopi terakhir sebelum tamu itu pulang.

Yang menarik pada upacara tradisional ini adalah para penyajinya yang semuanya adalah perempuan. Para pria umumnya lebih sering ditemui di kedai-kedai kopi modern di kota dan mengoperasikan mesin-mesin espresso canggih. Konon para wanita dipilih sebagai para penyaji dalam upacara minum kopi karena mereka akan terlihat jauh lebih menarik ketika menyajikan kopi sambil mengenakan pakaian tradisional.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments