Banyak persepsi yang salah mengenai Plak dan Tartar. Keduanya adalah gangguan pada gigi yang saling berhubungan, namun berbeda.
Plak tercipta ketika kamu tidak rajin dalam menggosok gigi setiap harinya. Plak berbentuk lapisan tak terlihat pada gigi dan gusi yang timbul oleh bakteri di mulut, kemudian membentuk sebuah lapisan berwarna keputihan atau kekuningan pada permukaan gigi.Namun, plak masih bisa dihilangkan dengan cara menyikat gigi secara teratur.
Sedangkan Tartar terbentuk dari Plak yang mengeras dan juga dikenal dengan sebutan Karang Gigi. Plak akan berubah menjadi Tartar dalam kurun waktu tertentu atau biasanya lebih dari 10 hari. Pada saatnya, Tartar akan meningkatkan penumpukan Plak dengan menyediakan permukaan kasar sebagai tempat menempelnya Plak pada gigi. Biasanya Tartar terbentuk di antara celah gigi dan gusi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, sehingga pembentukannya cenderung tidak terkontrol. Tartar mudah ternoda dengan makanan dan asap rokok yang pada akhirnya menyebabkan noda pada gigi.
Kandungan Bakteri di dalam Plak dan Tartar akan memecah sisa makanan dalam mulut dan memproduksi asam yang akhirnya menyerang struktur gigi dan mengakibatkan lubang pada gigi. Asam yang terbentuk juga menyebabkan gusi menjadi teriritasi sehingga akan tampak memerah, bengkak, ngilu, bahkan menyebabkan pendarahan. Plak juga menghancurkan gusi dan struktur yang melindungi gigi, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan gigi copot. Plak dan Tartar juga akan menyebabkan bau mulut akibat dari aktivitas bakteri yang berlebihan.