Saat melihat gambar dinding di sepanjang jalan, sekolah, gedung, dan beberapa bangunan tidak terpakai, banyak yang menganggap bahwa itu adalah sebuah karya seni yang unik. Namun banyak juga yang menganggap bahwa itu adalah sebuah perusakan fasilitas.
Graffiti dan Mural adalah dua hal yang serigkali disamakan oleh sebagian besar orang. Padahal, kedua jenis seni lukis jalanan ini berbeda. Kesamaan dari keduanya adalah sama-sama membuat gambar di dinding. Seperti yang dilansir dari imural.com, ini adalah detail mengenai perbedaan antara Graffiti dan Mural.
Graffiti, coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Graffiti sendiri biasanya hanya menggunakan cat semprot untuk membuatnya terlihat indah. Namun, di saat zaman belum secanggih saat ini, seniman jalanan lebih sering menggunakan kapur dan cat yang warnanya tidak terlalu pekat.
Dulunya graffiti lebih bersifat vandalisme yang membuat coretan sesuka hati mereka tanpa meminta izin. Namun, pada dasarnya graffiti tersedia sebagai bentuk aspirasi tentang kesenjangan sosial di lingkungan sekitar. Kadang graffiti juga digunakan sebagai bahasa atau simbol yang cuma dimengerti sama beberapa kelompok sosial.
Kini para bomber sudah memiliki etika yang baik dalam membuat graffiti, bahkan di Indonesia sendiri pembuatan graffiti yang terletak dikuningan di fasilitasi oleh departemen pertamanan.
Begitulah penjelasan graffiti dan perkembangannya sekarang kita akan membahas mural.
Mural adalah bentuk seni lukis atau menggambar di atas media dinding atau tembok yang sifatnya permanen. Tetapi, mural tidak hanya berbentuk tulisan aja. Mural sifatnya lebih bebas. Biasanya karya-karya seni mural lebih sering berbentuk gambar. Tapi, kadang gambarnya berkonsep kan dengan isu sosial masa kini. Kadang kala dalam satu bentuk mural terdapat satu tokoh inti cerita yang kadang tidak berbentuk orang. Tapi tetap memiliki arti yang mampu membuat semua orang yang melihat langsung mengetahui apa arti dibalik gambar tersebut.
Keberadaan Mural sudah sejak beberapa abad yang lalu. Contohnya adalah lukisan dinding yang ada di dinding bangunan gereja atau gedung-gedung bersejarah di Eropa. Dulu, mural hanya ada di tempat-tempat permanen saja. Namun, karena zaman semakin maju seni mural banyak ditemukan dimana-mana.