Satu lagi hobi olahraga yang digandrungi oleh anak muda ibu kota, Longboard. Olahraga yang baru masuk ke Indonesia pada tahun 2010 ini masih bisa dibilang awam untuk sebagian besar orang, tapi apabila dilihat lebih lanjut ternyata penikmat olahraga raga ini jumlahnya sudah memasuki angka ribuan.
Banyak orang yang masih bingung mengenai longboard, dan pada akhirnya menyamakannya dengan papan luncur lainnya yaitu, skateboard. Apabila dilihat secara kasat mata, perbedaan longboard dan skateboard hanyalah masalah ukuran saja. Namun apabila kamu langsung terjun ke lapangan, maka kamu akan menemukan kalau kedua papan ini sangatlah berbeda dalam cara menggunakannya.
Teknik dasar dari longboard dan skateboard sudah berbeda, walaupun sama-sama berseluncur memakai papan. Dalam mengembangkan gerakannya, skateboard lebih terfokus pada lompatan, yang mana pada longboard lebih menekankan kecepatan dalam melewati turunan. Teknik lain yang bisa dilakukan di longboard adalah berbelok, sliding, hingga dancing di atas papan. Teknik-teknik tersebut tentunya tidak bisa dilakukan di atas skateboard yang memiliki ukuran papan yang lebih kecil.
Selain itu, dapat dikatakan bahwa longboard banyak memiliki kemiripan dengan surfing dibanding skateboard. Karena ukurannya yang lebih panjang, oleh karena itu banyak sekali trik-trik dalam surfing yang akhirnya diadaptasi ke dalam longboard. Banyak juga surfer yang akhirnya terjun ke papan panjang ini karena banyaknya kemiripan teknik yang biasa dilakukan.
Masih mudanya umur permainan papan luncur menjadikan banyaknya hambatan yang dihadapi oleh para pemainnya. Beberapa diantaranya adalah kesulitan dalam mendapatkan longboard ini sendiri di Indonesia. Yang kedua adalah sulitnya mencari trek yang luas dan memiliki turunan yang panjang.
Untuk kamu yang penasaran dengan aktivitas komunitas longboard di Indonesia saat ini, kamu bisa langsung datang ke Senayan, Monas, Taman Mini, atau setiap Car Free Day di Jakarta.