Bau mulut merupakan hal yang cukup fatal ketika kita sedang mendekati seseorang. Apalagi saat kita berhadapan langsung dengan lawan bicara cukup dekat, pastinya ada sedikit rasa malu dan tidak percaya diri seperti “Do I smell good?”. Tapi tahukah kamu, ternyata sikat gigi rutinpun nggak menjamin bahwa nafas kita akan berbau segar sepanjang hari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan bau mulut antara lain:
-
Makanan atau bumbu makanan tertentu mempunyai bau yang tajam, seperti bawang, daging, dan durian. Tentu saja bila ada sisa yang tertinggal di dalam mulut dapat meninggalkan jejak bau, apalagi bila terselip diantara gigi.
-
Masalah gigi dan gusi. Gigi yang berlubang (terutama yang sudah dalam dan membusuk), sisa akar gigi yang tidak dicabut, gusi yang meradang (membengkak), ataupun banyaknya karang gigi, dapat mengeluarkan bau tertentu yang tidak sedap. Kondisi-kondisi tersebut merupakan tempat tertimbunnya bakteri.
-
Kebersihan mulut. Kebersihan mulut yang tidak baik tentu saja menjadi sumber utama bau mulut. Jika tidak menyikat gigi dengan bersih, maka sisa makanan akan diuraikan oleh bakteri yang akan menghasilkan gas kimia volatile sulfur compounds (VSCs). Lidah merupakan daerah penyumbang terbesar bau mulut, terutama di daerah bagian belakang. Karena di daerah tersebut kering, adanya sisa partikel makanan, dan sel-sel mati menyebabkan bakteri tumbuh.
-
Mulut kering. Air ludah membantu membersihkan mulut. Kurangnya asupan air minum atau adanya dry mouth dapat membuat mulut kering dan mengeluarkan bau tidak sedap. Contoh paling umum saat tidur, produksi air liur berkurang dan saat bangun pagi mulut akan mengeluarkan bau tidak sedap
-
Gaya hidup. Kopi, produk tembakau, minuman beralkohol, dan lainnya juga dapat menyebabkan bau mulut.
-
Penyakit kronis. Hanya sekitar 10% dari penyebab bau mulut bersumber dari penyakit kronis, antara lain seperti penyakit diabetes, gagal ginjal, gagal hati, reflux asam lambung, kondisi hidung (seperti infeksi sinus) dan tenggorokan, serta obat-obatan yang dapat menurunkan produksi air liur.
Agar terbebas dari bau mulut, selain membutuhkan bantuan profesional, kita juga harus ikut berusaha dengan melakukan hal-hal berikut:
-
Menyikat gigi minimal dua kali sehari dan flossing (membersihkan sela gigi dengan benang floss) minimal sekali sehari, dengan sikat yang kondisinya masih bagus.
-
Membersihkan lidah dengan tounge cleaner/scraper (pembersih lidah)
-
Sering minum air putih agar mulut tetap basah sehingga tidak terjadi mulut kering.
-
Mengunyah permen karet (disarankan yang mengandung gula xylitol) dapat merangsang produksi air liur.
-
Mengurangi makanan atau minuman yang mempunyai bau tajam.
-
Check-up rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
-
Menggunakan mouthwash yang mempunyai bahan aktif oksigen, karena bahan aktif oksigen dapat membantu melawan bakteri dalam mulut. Mouthwash dapat membantu membersihkan bagian-bagian yang sulit disikat seperti bagian belakang lidah.
Semoga tips ini bermanfaat untuk kamu, ya!