Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Penyelam Rentan Alami Kerusakan Gigi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Sedang merencanakan untuk menyelam dalam waktu dekat? Tahukah kamu jika ternyata mengepalkan rahang secara konstan selama menyelam dan fluktuasi tekanan atmosfer di bawah air, membuat penyelam bisa mengalami permasalahan gigi, rahang dan gusi?

Bahkam, menurut sebuah penelitian, menyelam juga bisa merusak tambalan gigimu loh! Jadi, kamu sebagai penyelam sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk konsultasi ke dokter gigi mereka sebelum menyelam, untuk mendapatkan perawatan gigi, kata pemimpin penulis Vinisha Ranna dari University at Buffalo di New York.

“Penyelam diwajibkan memenuhi standar kesehatan medis sebelum sertifikasi, tetapi tidak ada prasyarat untuk kesehatan gigi,” kata Ranna.

Mengingat, penyelam menggunakan regulator udara di mulut, setiap gangguan pada rongga mulut berpotensi membuat penyelam cedera.

“Seorang dokter gigi bisa melihat apakah menyelam benar-benar mempengaruhi kesehatan mulut pasien,” tambah Ranna.

Temuan yang dipublikasikan dalam British Dental Journal ini didapatkan berdasarkan tanggapan dari 100 penyelam bersertifikat.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah kesehatan gigi yang dialami penyelam dan mendeteksi tren bagaimana atau kapan hal ini terjadi.

Dari 41 peserta yang melaporkan gejala gigi, 42 persen mengalami sensasi ‘tekanan’ di gigi mereka, sebuah kondisi yang dikenal sebagai barodontalgia. Sedangkan 24 persen menjelaskan rasa sakit dari berasal saat mereka menggunakan pengatur udara di mulut terlalu erat dan 22 persen melaporkan nyeri rahang.

Lima persen dari mereka juga mencatat bahwa kepala gigi terasa kendur selama menyelam, dan satu orang melaporkan bahwa tambahan giginya rusak.

“Potensi kerusakan gigi dan masalah mulut tinggi selama scuba diving,” kata Ranna.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments