Kopi menjadi minuman mujarab saat kita membutuhkan konsentrasi lebih saat mengerjakan pekerjaan juga bisa menjadi minuman yang mampu membuat kita terjaga. Selain itu, kopi juga mampu membangkitkan stamina saat berolahraga. Semua aktivitas yang baru disebutkan itu karena kafein yang terkandung di dalam kopi yang mampu membuatnya.
Mengapa kafein mampu melakukan hal yang baru disebutkan tersebut? Namun sebenarnya masih banyak lagi yang dapat dilakukan oleh kafein terhadap tubuh kita. Simak ulasannya di bawah ini.
Apa itu kafein?
Kafein adalah zat yang terkandung di dalam kafein, tak hanya kopi saja yang mengandung zat ini namun bahan makanan lain seperti kacang, minuman berenergi dan pil diet juga mengandung kafein. Kafein sendiri adalah zat yang termasuk ke dalam salah satu jenis senyawa Alkaloid Xantina. Fungsi dari senyawa ini cukup memberikan efek positif pada tubuh, karena ia merangsang sistem saraf, maka dengan mengkonsumsinya kerja dari sistem saraf semakin tajam dan lebih kuat.
Efek lain yang ditimbulkan setelah sistem saraf dirangsang adalah tubuh merasa lebih berenergi, meningkatnya konsentrasi dan efek-efek lainnya. Karena kafein pula rasa kantuk juga tidak lagi terasa, namun rasa kantuk tetap akan datang ketika sistem saraf telah merasa lelah dan butuh istirahat setelah dipaksa untuk bekerja selama hampir belasan jam.
Kadar Kafein Di Dalam Kopi
Kopi memang mengandung kafein tapi tiap jenis kopi memiliki kadar kafein yang berbeda pula. Rata-rata kafein dalam secangkir kopi mencapai 85 mg. Jumlah ini lebih banyak bila dibandingkan dengan minuman lainnya yang juga mengandung kafein. Itulah mengapa bila menginginkan konsentrasi lebih dan ingin meningkatkan stamina maka dianjurkan untuk minum kopi saja, karena jumlah kafein lebih efektif memberikan manfaatnya pada tubuh.
Karena berbeda-beda kadar kafein dalam kopi maka lamanya efek yang ditimbulkannya juga tergantung pada kadarnya, bisa dalam hitungan menit bisa pula dalam hitungan jam. Kopi yang masih dalam keadaan mentah dan belum disangrai memiliki kadar kafein yang tinggi. Seiring banyaknya proses dari mulai sangrai, pengemasan hingga kopi terseduh dalam cangkir di atas meja maka kafein semakin menurun.
Ironisnya, kafein yang begitu anda butuhkan tersebut umumnya hilang pada saat perebusan. Panas menghancurkan rangkaian kimiawi kafein sehingga membuat kafein menguap bersama uap panas. Namun untuk beberapa jenis kopi yang kuat hal tersebut dapat menjadi ukuran apakah kopi mengandung banyak kafein atau tidak. Cara menandainya adalah dengan merasakan apakah kopi masih terasa lebih pahit ketika diseduh dalam cangkir, karena kopi yang lebih pahit masih mengandung kafein yang tinggi.
Efek Negatif Dari Kafein
Dibalik hal baik pasti ada hal buruk menyertai, begitu pula dengan kafein. Walau kafein memberikan banyak manfaat pada tubuh namun mengkonsumsinya secara berlebihan bukanlah tindakan yang tepat karena akan menimbulkan efek buruk pada tubuh kita. Bila ingin mengkonsumsi kafein secara sehat maka jangan melebihi dari takaran yang dianjurkan yaitu 100 – 150 mg atau sekitar satu cangkir per hari. Bila jumlah ini dilampaui hingga lebih dari 300 mg maka tubuh dapat mengalami keracunan kafein. Ciri-ciri anda mengalami keracunan kafein adalah, tubuh bergetar, jantung bercetak kencang, pikiran gelisah dan masih banyak lagi. Namun kita harus pandai membedakan antara jatuh cinta dan keracunan kafein, sebab ciri-cirinya hampir sama.
Selain itu, anda yang mengkonsumsi terlalu banyak kafein maka dapat berdampak buruk pada waktu istirahat malam anda, karena bagi orang-orang yang terlalu banyak mengkonsumsi tidak terhindar dari penyaki insomnia. Kurang tidur ini semakin berdampak buruk bagi tubuh karena proses perbaikan sel-sel tubuh menjadi terhambat sehingga tubuh menjadi mudah sakit.
Pada dasarnya, sesuatu yang berlebihan tidaklah memberikan efek baik termasuk juga kopi. Konsumsilah kopi dengan takaran yang dianjurkan dan jangan berlebihan. Sayangi kesehatan anda dan takar lagi kopi mu !