Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Resiko Mengejutkan dari Diet Bebas-Gluten

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Siapa yang tidak mengenal diet bebas gluten. Diet ini terkenal di kalangan selebriti Hollywood dan Indonesia. Diet gluten sendiri adalah diet yang hanya mengonsumsi makanana yang bebas gluten. Bagi yang tidak tahu gluten sendiri penjelasan awamnya adalah kandungan yang terdapat di dalam gandum dan biji-bijian.

Diet bebas gluten ternyata dapat meningkatkan resiko diabetes tipe 2. Setidaknya, begitulah kesimpualan dari penelitian yang baru dipresentasikan pada Rapat American Heart Association. Dalam sebuah studi observasional jangka panjang hampir 200.000 orang selama 30 tahun, para peneliti menemukan bahwa mereka dengan 20 persen tertinggi konsumsi gluten memiliki resiko 13 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang konsumsi gluten terendah harian.

Mereka yang makan kurang gluten juga cenderung makan serat sereal kurang, yang bisa menjadi bagian penting dari temuan mereka. Itu karena serat tampaknya menjadi faktor protektif terhadap diabetes tipe 2. Bahkan, sebuah studi sebelumnya dari National Cancer Institute menemukan bahwa mereka yang makan paling banyak serat yang 22 persen lebih mungkin untuk meninggal akibat penyebab dari orang yang makan sedikit-dan bahwa serat sereal bahkan lebih menguntungkan daripada yang dari buah-buahan dan sayuran .

Makanan bebas gluten sering memiliki serat kurang makanan dan mikronutrien lainnya, membuat mereka kurang bergizi, peneliti Geng Zong, Ph.D., dari Harvard University mengatakan dalam siaran pers. Dan makanan bebas gluten bisa berkontribusi terhadap resiko diabetes.

Banyak dari orang-orang ini mengikuti diet bebas gluten karena alasan kesehatan yang dirasakan, namun penelitian ini memberikan lebih banyak bukti kuat bahwa tidak mungkin membawa manfaat banyak, bahkan mungkin menyebabkan kerusakan. “Orang-orang tanpa penyakit celiac mungkin mempertimbangkan kembali membatasi asupan gluten mereka untuk pencegahan penyakit kronis, terutama untuk diabetes,” kata Zong dalam siaran pers.

Sebaiknya kamu melakukan riset yang dalam dan mempelajari diet mana yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Jangan mengikuti trend diet bila kamu belum mempelajari diet tersebut, salah-salah kamu bisa menjadi sakit.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments