Mungkin jika ditanya minuman apa yang disenangi oleh semua orang teh lah yang menjadi jawabannya. Teh memanglah minuman yang nikmat yang digemari oleh semua orang dan semua kalangan. di negri asalnya teh merupakan minuman yang sakral bagi para warga nya. Karena teh sering kali dijadikan sebagai ritual dalam beberapa upacara adat. Tapi taukah kamu bahwa di jepan ada teh yang bernama Genmaicha yang tak kalah nikmat dengan matcha. Berikut adalah penjelasannya.
Nama Genmaicha mungkin masih asing di beberapa telinga orang. tapi menurut masyarakat Jepang teh tersebut sudah tidak asing. Genmaicha merupakan teh hijau ala Jepang yang dikombinasikan dengan beras merah bakar. Genmaicha disebut juga dengan popcorn tea karena saat beras merah dibakar akan menimbulkan bunyi khas seperti sedang membuat popcorn.
Awalnya Genmaicha diminum oleh masyarakat miskin Jepang karena tambahan beras merah dapat menghemat penggunaan teh. Teh ini juga digunakan oleh orang-orang yang berpuasa untuk tujuan keagamaan. Karena itu lah, Genmaicha disebut juga teh rakyat. tapi, sekarang Genmaicha dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat Jepang bahkan sampai penikmat teh dari berbagai negara.
Genmaicha sendiri memiliki warna khas yaitu kuning muda. Rasanya yang ringan, dan gabungan dari rasa segar teh hijau dan aroma nasi bakar. Meski Genmaicha berasal dari teh hijau, tapi cara yang direkomendasikan untuk menyeduh teh ini berbeda dengan teh hijau pada umumnya. Genmaicha dianjurkan diseduh menggunakan air panas yang mendidih.
Di tempat asalanya Jepang Genmaicha juga dijual dengan wujud bubuk genmaicha. Produk ini disebut Matcha-iri Genmaicha. Rasa dari Matcha-iri Genmaicha lebih kuat dan warnanya pun lebih hijau. Tapi, baik Genmaicha maupun Matcha iri Genmaicha memiliki manfaat teh hijau yang sama.
Selain itu, genmaicha juga dipercaya dapat mengurangi dan menanggulangi gangguan kesehatan, seperti migrain hingga mengontrol diabetes dan kolesterol. Ekstrak teh hijau dalam ganmaicha pun mampu meningkatkan metabolisme dan membantu membakar lemak dalam tubuh. Beberapa peneliti juga menduga bahwa polifenol, khususnya katekin bertanggung jawab dalam proses pembakaran lemak.