Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/zactid/public_html/wp-content/plugins/elementor-pro/modules/dynamic-tags/tags/post-featured-image.php on line 36

5 Fakta tentang Al Capone

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Siapa yang tidak mengenal tokoh mafia besar bernama Al Capone. Perjalanan hidupnya menjadi seorang mafia menjadi salah satu inspirasi dari film Godfather. Al Capone yang merupakan mafia besar berdarah Itali ini menguasai Amerika Serikat terlebih di Chicago. Capone terlibat dengan aktivitas geng di usia muda setelah diusir dari sekolah pada usia 14. Capone telibat dalam penyelundupan minuman beralkohol ilegal dan kegiatan kriminal lainnya, termasuk penyuapan tokoh pemerintah dan prostitusi.

Tidak hanya dari segi criminal, Al Capone juga memiliki 5 fakta tersembunyi

  1. Pekerjaan awalnya adalah pekerja biasa
    Percaya atau tidak, Al Capone bekerja secara sah sebagai pemotong kertas dan di pabrik amunisi setelah diusir dari sekolah. Bertahun-tahun kemudian, setelah pernikahan dan anak, ia mencoba untuk ‘meluruskan’ jalan hidupnya menjadi staff administrasi di sebuah perusahaan konstruksi.
  2. Al Capone mendapat Scarfacenya diukir di sebuah pub perkelahian
    Pada tahun 1917, Al Capone bekerja untuk gangster Frankie Yale sebagai bartender. Suatu malam, Al Capone membuat pernyataan tidak senonoh dengan adik Frankie di bar, dan menghasut kakaknya untuk meninju dan mengahbisi wajahnya dengan pisau lipat. Luka perkelahian itu meninggalkan tiga bekas luka besar.
  3. Al Capone membenci julukan
    Capone sering menyembunyikan sisi wajahnya ketika berfoto, menutupi luka di wajahnya. Rekan kerja dan partner in crime memanggilnya Big Fellow, Big Ditembak atau Big Guy, sebagai tanda hormat, dan Al Brown adalah alias yang paling umum Capone ketika melakukan bisnis.
  4. Julukan Snorky
    Snorky yaitu istilah slang yang berarti “tampilan tajam”. Sudah bukan rahasia bahwa Al Capone suka berpakaian rapi. Pada sidang 1932 kasus penggelapan pajak, ia datang dengan mencolok, jas berwarna cerah seperti kuning kenari dan lavender.
  5. Menyamar sebagai Petugas Pajak
    Capone menggunakan nama samaran Albert Costa untuk menandatangani cek untuk membeli real estate di Florida, termasuk rumah besar nya pada 93 Palm Beach Avenue.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments