Secangkir Teh Setiap Hari untuk Kesehatan Otakmu

Coffee
April 18, 2017

Tahukah kamu, minum secangkir teh setiap hari bisa bermanfaat bagi kesehatan otak? Ya, menurut sebuah penelitian baru oleh National University of Singapore, teratur minum satu atau tiga cangkir teh, baik itu teh hijau atau teh hitam, dapat mengurangi risiko demensia di kalangan lansia hingga 50 persen!

Temuan dari studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition, Health & Aging, juga menunjukkan bahwa mereka yang secara genetik beresiko terkena penyakit Alzheimer, mengonsumsi teh biasa, bahkan bisa mengurangi risiko mereka dengan 86 persen.

Penelitian sebelumnya, termasuk studi yang dilakukan di Norwegia, China dan Amerika Serikat, juga telah mengaitkan minum teh dengan kinerja kognitif yang lebih baik dan risiko yang lebih rendah dari penurunan kognitif.

Studi yang dilakukan di Singapura juga memandang baik konsumsi teh hijau dan teh hitam, serta efek teh pada orang dengan gen e4 APOE, yakni mereka yang memiliki risiko gen untuk Alzheimer.

Tim peneliti mempelajari kebiasaan minum teh dari 957 orang dewasa di Cina yang sehat usia 55 tahun hingga usia yang lebih tua sejak 2003 sampai 2005. Kemudian mereka diuji bagaimana fungsi kognitifnya setiap dua tahun sampai 2010.

Menurut penelitiam ini, peminum teh secara teratur (mereka yang minum setidaknya satu cangkir, sampai tiga cangkir atau lebih sehari) mendapatkan manfaat kesehatan otak. Manfaat yang sangat kuat juga didapatkan pada mereka yang memiliki gen e4 APOE.

Tapi, untuk mendapatkan manfaat ini, seseorang harus meminum teh hijau dan hitam yang protektif, yang harus melalui daun tehnya, baik di dalam kantong teh atau langsung, kata ketua penulis penelitian Feng Lei, asisten profesor di universitas Yong Loo Lin School of Medicine. Manfaar tidak berlaku untuk teh buah atau teh herbal.

Daun teh mengandung flavonoid yang memiliki anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat melindungi otak dari kerusakan pembuluh darah. Teh siap minum yang terbuat dari bubuk, di sisi lain, hanya memiliki jumlah yang sangat kecil dari flavonoid dibandingkan dengan teh yang diseduh, menurut Departemen Pertanian AS.

Meskipun studi ini dilakukan pada orang dewasa yang lebih tua di Cina, manfaat yang sama juga bisa didapatkan untuk masyarakat dari negara lain, kata Feng.

Share This
Comment

Tinggalkan Balasan