5 Tradisi Unik Minum Kopi di Indonesia

Coffee
Januari 11, 2018

Lebih dari sekadar rutinitas, tidak berlebihan rasanya menyebut aktivitas minum kopi sebagai sebuah tradisi. Kopi ternyata telah populer di Indonesia sejak tahun 1696, tepatnya ketika Belanda membawa bibit kopi dan menanamnya di Batavia (Jakarta tempo dulu). Sejak saat itu, popularitas kopi di Indonesia pun terus meningkat. Bahkan beberapa daerah di Indonesia sampai mengembangkan tradisi unik dalam menikmati secangkir kopi!

Kopi Durian, Medan

Sudah jadi rahasia umum bahwa Medan merupakan salah satu destinasi favorit para pecinta durian. Tradisi unik minum kopi di Medan pun ternyata juga tidak jauh-jauh dari buah durian tersebut. Jadi, kopi yang telah diseduh akan dicampur dengan daging durian yang telah dihaluskan dengan campuran es menggunakan blender.

Biasanya, durian yang digunakan berasal dari daerah Sidikalang, Medan. Dalam hal ini, kualitas durian juga berperan penting agar aroma dan rasanya bisa menyatu sempurna dengan kopi.

Kopi Walik, Aceh

Umumnya, saat sedang minum kopi panas, biasanya segelas kopi akan disajikan di atas piring kecil. Penyajian ini jugalah yang akan Anda temukan di Aceh. Hanya saja, kopi disajikan dalam posisi gelas terbalik di atas piring kecil. Tujuannya adalah untuk menjaga agar kopi yang kamu minum tetap hangat. Nah, dengan posisi terbalik seperti itu, tentunya kopi akan tumpah ke atas piring kecil, kan? Anda bisa langsung menyeruput kopi dari piring kecil atau mengisapnya menggunakan sedotan.

Kopi Talua, Sumatera Barat

Beberapa orang suka memasukkan tambahan tertentu ke dalam kopi agar aroma dan rasanya lebih sedap, misalnya seperti susu atau creamer. Masyarakat Sumatera Barat pun ternyata juga memiliki tradisi minum kopi yang mirip. Bedanya, kali ini tambahan yang digunakan adalah kuning telur, yang bisa berasal dari telur ayam kampung atau telur itik.

Untuk membuatnya, kuning telur mentah harus dikocok terlebih dulu hingga berbuih, lalu ditambah sedikit gula. Setelah kembali dikocok hingga gula tercampur merata, racikan telur kuning tersebut dicampur dengan kopi yang sudah diseduh air panas di dalam gelas.

Kopi Kawa Daun, Sumatera Barat

Selain Kopi Talua, Sumatera Barat ternyata masih memiliki tradisi unik minum kopi lainnya, yaitu Kopi Kawa Daun. Tidak seperti kebanyakan daerah yang menggunakan kopi bubuk, Kopi Talua dibuat dari daun kopi yang telah dikeringkan. Setelah diseduh, kopi akan disajikan menggunakan batok kelapa.

Tradisi unik ini ternyata masih ada kaitannya dengan zaman penjajahan. Dulu, saat Indonesia masih dijajah Belanda, masyarakat Sumatera Barat dipaksa untuk menanam cengkeh sehingga tidak bisa merasakan kopi. Sebagai alternatif, mereka pun menggunakan daun kopi dan menyeduhnya sendiri.

Kopi Joss, Yogyakarta

Para pecinta kopi pasti sudah tidak asing dengan tradisi unik minum kopi satu ini. Di Yogyakarta, ada sebuah suguhan kopi yang cukup berbeda, yakni Kopi Joss. Sebenarnya, Kopi Joss merupakan kopi tubruk atau kopi hitam pekat biasa. Namun, agar lebih “joss”, secangkir kopi hitam tersebut akan dicampur dengan arang yang membara sehingga menghasilkan rasa yang begitu unik. Sangat layak untuk Anda coba!

 

Dengan adanya berbagai tradisi unik di atas, minum kopi bisa terasa lebih seru. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa minum kopi bisa meninggalkan noda pada gigi sehingga mengganggu penampilan.

Karenanya, Anda sangat dianjurkan untuk rajin menyikat gigi dengan pasta gigi yang tepat seperti ZACT. Anda bisa tetap minum kopi tanpa perlu khawatir akan noda gigi karena ZACT memiliki formula khusus bernama Triple Stain Reducer Power. Formula tersebut mampu bekerja tiga kali lebih baik dari pasta gigi biasa dalam mengurangi noda pada gigi akibat minum kopi. Jadi, pastikan Anda selalu menggunakan pasta gigi ZACT!

Share This
Comment

Tinggalkan Balasan